Kenangan

Saya suka sekali mengenang. Hahahaha. Dulu seorang kawan yang sarjana psikologi pernah membaca karakter saya. Dan menurut “penerawangannya” saya adalah tipe orang yang suka dengan masa lalu. Ah… Saya tahu dia benar.

Pada suatu momen dalam hidup saya, saya merasa sifat itu bukanlah sesuatu yang terlalu baik untuk dipertahankan. Bagaimana tidak? Saya jadi tidak fokus dengan apa yang ada di depan saya, saya terlalu banyak menoleh ke belakang. Lupa menikmati waktu yang saya miliki sekarang. Hasilnya? Penyesalan dan kenangan-kenangan saja…

Sejak momen itu saya belajar untuk menikmati apa yang ada di depan saya. Mensyukuri yang saya punya, mengasihi mereka yang berdiri di samping saya. Saya tidak mau menyesal lagi.

Jika kesempatan itu datang lagi, saya berjanji untuk menggunakan segala kesempatan yang saya punya untuk menikmatinya, menjalaninya.

So little time, so many memories.. Sometimes it feels unfair. But can you explain what fair is?

Batubulan, 28 Mei 2012

Advertisements

Keimanan Tanggung Jawab Siapa?

Sedang ribut-ribut soal Lady Gaga nih… Beritanya rame di mana-mana. Mereka yang menolak konsernya awalnya beralasan kalo Lady Gaga ini terlalu seksi (oh, come on.. Jared Leto jg seksi tp 30 STM ga dicekal tuh..). Kemudian alasan pencekalan melebar jadi dugaan Gaga menganut dan memuja setan yang nantinya dikhawatirkan akan merusak moral dan keimanan generasi muda.

Well, yang ini agak debatable. Saya bukan fans Lady Gaga. Tapi saya adalah penikmat dan pecinta konser keren. Dan saya yakin konsernya Lady Gaga akan sangat keren! Alasan merusak moral ini agak lucu sebenarnya. Selama ini saya berpikir moral dan keimanan adalah urusan pribadi masing-masing. Seringkali adegan dan dialog sinetron religi mendiskripsikan bahwa keimanan seseorang akan selalu diuji dan ujian itu adalah pertanda kalau Tuhan sayang dan akan menaikkan kelas kita. Yang terpenting, ujian itu datang dari luar diri kita.

Nah, dalam kasus Gaga ini keimanan seolah-olah HANYA tanggung jawabnya si Gaga. Kalau memang ya imannya kuat, mau Gaga atau bahkan Lucifer yang datang menggoda, semua itu pasti lewat begitu saja. There’s nothing to worry. Itu semua bergantung pada diri kita sendiri. Lagi pula kalau ternyata Gaga bukan seburuk yang kita cap gimana? Yang dosa kan kita juga.. Well, ujian kali ini sepertinya kita gagal semua. Ternyata kita tidak sehebat tokoh sinetron religi itu. Dan fakta bahwa kita mungkin sudah melewatkan satu ujian untuk naik kelas lebih menyedihkan lagi. Kita masih belum tahan godaan, masih mengharapkan orang lain yang menjadi polisi atas keimanan kita, bukan justru diri kita sendiri.

Shame on us….

Batubulan, 27 Mei 2012

Mimpi

Belakangan sering memimpikan orang-orang yang tidak terpikirkan.. Pernah suatu kali saya memimpikan seorang sahabat hingga 3 malam berturut-turut. Sungguh aneh..

Ketika hal ini saya ceritakan pada sahabat saya, jawabannya sungguh sederhana. Sahabat itu pasti sudah punya tempat di alam bawah sadar saya sehingga dia bisa muncul di mimpi kapan saja. Ah, saya jadi penasaran apa saja isi alam bawah sadar saya. Bisa jadi isinya adalah hal-hal kecil yang penting yang seharusnya tidak saya lupakan ketika berada dalam kesadaran penuh. Hal-hal yang semestinya tidak terlupakan dalam hidup saya.

Mungkin sesungguhnya kita tidak lupa, hanya sedikit tidak peduli. Mungkin karena terlalu banyak hal yang harus kita pedulikan dalam hidup ini sehingga banyak kenangan yang tercecer. Untunglah ada alam bawah sadar itu yang setia mencatat hal penting yang terlupakan. Untung juga kita bisa menulis untuk merekam dan mengingat kembali tanpa susah payah..

Well, these are my notes to remind me. Welcome to my blog, welcome to my world.. 🙂

Batubulan, 27 Mei 2012