Yang Sebaik Engkau

Aku mengingatmu sebaik engkau melupakanku, sebaik cuaca hari itu, sebaik waktu yang dihabiskan dengan saling menyandarkan bahu.

Aku menyusup di sela-sela kesibukanmu, kau menyelundupkanku di antara kerinduanmu. Aku tak akan bertanya kenapa atau siapa. Aku hanya akan memelukmu sedikit lebih lama.

Aku menuliskanmu sebaik upayamu menghapuskanku. Aku tak pernah tahu di mana engkau meletakkanku. Namun aku tak pernah ragu di mana telah mendudukkanmu.

Agustus 2014

Tubuh yang Wangi

Tubuhmu wangi sekalipun kaubilang belum mandi sejak pagi. Dan aku girang menyusup di balik selimut, mencuri satu dua peluk, mengisi kantung manisan hingga penuh.

Pendingin udara berdengung. Butir-butir air merayap turun dari putih tubuh dinding, melewati punggung pintu yang dingin, jatuh menetes di atas ubin. Engkau cemas hingga tak sadar aku sedang mengemasi tiap lekuk di wajahmu. Detik ini akan tinggal tetapi kita akan hilang.

Aku meletakkan senyum di antara punggung dan pundakmu. Tubuhmu wangi sekalipun kaubilang tubuhku yang lebih wangi.

Agustus 2014

Pada Suatu Senja

Adakah yang lebih setia dari ombak yang tak pernah surut menggapai daratan, atau samudera yang selalu ditinggalkan namun tak pernah jera menerima ombak kembali ke pelukan?

Bisa jadi cinta hanya perkara merelakan sehingga ia rekat dan dekat dengan kehilangan.

Dan sebagai hadiah atas segala luka, diutuslah senja untuk mengecup punggung samudera dari kejauhan, memeluknya dari kesepian.

Agustus 2014

Setelah Kaupergi, Aku Hanya Ingin Meninggalkan Kota Ini

aku ingin meninggalkan kota ini
dan mencari kota lain yang gedung, pohon, jalan, dan bau tanahnya membuatku jatuh cinta
tak perlu berlangit biru
tak perlu selalu bermatahari
tak perlu senyummu

aku akan meninggalkan kota ini
melupakan jalan-jalan yang tergenang seusai hujan
monumen nasional yang tinggi menghunjam
matamu yang menyapa dalam diam

telah kubeli karcis bus sekali jalan untuk meninggalkan kota ini
yang kumuh sebab kenangan terserak di mana-mana
yang membuatku mencari sebuah yang manusianya tak membuat ingatan-ingatan
sebab setiap kali mengingat, yang kukenang hanyalah punggungmu yang kian jauh

akan kutemukan sebuah kota, sayang,
dan berharap hidup damai di sana

tanpamu

juni 2014