Bila tak Jadi Puisi, ke Mana Kata-kata Pergi?

Mungkin ke pelimbahan, setelah orang-orang membasuh luka dengan kalimat “baik-baik saja.”
Atau hinggap di telingamu kemudian menembus hingga telinga satunya, kadang mengambil jalan pintas lewat belakang kepala.

Mungkin mereka tiba di ujung pena, kautulis jadi surat cinta atau sekadar catatan pengeluaran kantor di akhir bulan.
Sekali waktu membuatmu bahagia dengan jadi “selamat malam” di layar telepon genggam.

Mungkin kata-kata menjelma jadi udara, menemukanmu di tengah samudera, lalu menyisipkan asa di urat-urat ombak. Tiba-tiba saja engkau rindu berumah dalam puisi ketika kata-kata telah pergi tak ingat kembali.

Oktober 2014

Advertisements