Tentang Mabuk

Satu hal yang paling ingin kulakukan setelah putus denganmu adalah mabuk. Dan ketika tahu kau telah punya pacar baru, aku hanya ingin mabuk-mabukan. 

Kau pasti terkejut — atau mungkin tersanjung — sebab kau tahu sebelumnya aku tak pernah menyentuh alkohol. Alkohol yang kau tahu pernah kuminum hanyalah segelas bir sulingan sebuah bar kecil nan sepi di sudut Jakarta, tempat kau memintaku untuk jadi pacarmu. Segelas itu pun tak habis, seingatku. Kau yang menyelesaikannya, seperti pada hubungan kita. 

Entah kenapa setelah putus darimu, aku ingin sekali mabuk. Mungkin aku ingin sejenak melupakanmu. Mungkin aku hanya ingin bisa tertidur tanpa menangis terlebih dahulu. Mungkin aku ingin kepalaku diam. Atau mungkin aku hanya rindu perasaan bahagia ketika kuiyakan permintaanmu di antara sepasang gelas bir dingin berembun. 

Jakarta, 10 September 2015

Taman Suropati

Ditulis bersama CS Writing Club dengan tema “Bir”.

Advertisements