Gulali

Engkau biru muda, lembut, dan membuatku tersenyum,
begitu saja,
padahal demam sedang menyerang.

Engkau berbau seperti gulali,
manis,
dan membuatku tersenyum walau lidah terasa pahit.

Engkau membuatku tersenyum,
berdebar,
berkeringat dingin,
sehingga tak lagi tahu yang jatuh apakah sakit ataukah cinta.

Jakarta, Juni 2016

Yang Engkau Tidak Tahu

Engkau tahu aku selalu menyukuri kemacetan yang mengurung kita dalam kotak beroda dan canda
Atau resto makanan cepat saji asal Amerika yang jam bukanya mengizinkan kita bertemu lebih lama
Atau pesan editor yang membuat kita menulis hal yang sama.

Tapi engkau mungkin belum tahu aku juga kadang membenci kota yang sepi ditinggal penghuni merayakan Idul Fitri
Atau penumpang kereta api yang enggan memberi kursi untuk seorang ibu menggendong bayi
Atau bar di Cikini yang memutar lagu favoritmu
Lebih-lebih, aku sering membenci diri sendiri yang masih melihatmu dalam film, kopi, dan bir.

Juli 2016
Jakarta