The Language

Love is a language I can’t speak
I mumble, struggling to find the right words to express myself
I stumble over words, trying to define what these beating heart, rushing blood are
I’m confused of what bravery means, of how wary pronounced
or what I should call this feeling when nights come and you sleep under my eyelids.

Love is a language I can’t comprehend
Is it the language of your sights, of your acts, of your smiles?
Is it what spoken by feelings, by yearnings, by those that falling?

Love is a language I don’t master
I probably misunderstood your sayings
I possibly mixed up things, like yelling I don’t want you when I actually needed you.

We(s)t Jakarta
August 2016

Air

Matamu kolam renang Olimpiade dibangun di atas tanah milik orang papa yang dipaksa pindah ke pinggir kota demi pembangunan:
luas, basah, terkadang air di dalamnya meluap hingga ke tepi, membuat tergelincir bila tak hati-hati.
Orang-orang memuji sepasang matamu sebagai yang megah dan dalam
Aku justru melihat resah di dasarnya, menempel bagai noda lumut di muka putih tegel mahal.

Lenganmu samudera lebih luas dari Hindia, berwarna biru, tenang, dan penuh rahasia
Peragu sepertiku hanya akan mencelup-celupkan kaki di bibirnya sembari menebak-nebak apa dan siapa yang pernah tinggal di dan pulang ke dalamnya.

Dadamu gemuruh Niagara
runtuh lalu luruh jadi anak-anak sungai
debur meniup hidup, meluruh keruh.

Aku sanak orang papa ingin melompat ke dalam matamu, lenganmu, dadamu
namun aku tak bisa berenang dan takut pada kematian.

Agustus 2016